Pernahkah anda bermimpi? Tentu saja lah. Bukan manusia jika hidupnya tanpa mimpi. Konteks mimpi yang saya bahas di tulisan ini adalah mimpi dalam arti harafiah-nya. Jika seseorang sedang tidur lalu ia bermimpi, nah ‘mimpi’ ini yang saya maksud.
Pernah nggak sih teman-teman bermimpi tentang sesuatu hal yang akan terjadi dan kejadian beneran. Bingung ya? Misalnya gini deh, anda sedang bermimpi (tidak peduli anda menyadari sedang bermimpi atau tidak) berada di tepi jurang. Lalu ada segerombolan orang yang memaksa anda untuk loncat dari jurang itu (jadi inget film The Little Rascals), lalu karena terpaksa anda akhirnya meloncatkan diri ke jurang itu. Saat anda terbangun, anda benar-benar sedang terjatuh dari ranjang anda.
Lalu misalnya anda bermimpi sedang memasak lasagna di oven dan menunggu lasagna itu sampai matang. Anda memasang alarm yang jika berbunyi menandakan bahwa lasagna anda telah matang. Lalu alarm itu berbunyi. Anda terbangun dari tidur anda dan mendapati ponsel anda berdering karena ada panggilan dari ibu anda yang melaporkan lasagna yang ia masak gosong. Jadi anda tidak bisa makan lasagna kesukaan anda hari ini.
Hal-hal seperti itu. Kalau kita sedikit menganalisis kronologinya, bisa kan kalau kita menarik kesimpulan bahwa kita meramalkan akan terjadi sesuatu pada hal yang kita mimpikan, baik itu diri kita sendiri atau orang lain. Kita meramalkan kalau kita akan terjatuh dari ranjang. Lalu lewat mimpi kita meramalkan bahwa ponsel kita akan berdering. Yang jadi pertanyaan saya sampai kini adalah, benarkah mimpi ada kaitannya dengan indera keenam?
Sedikit ulasan mengenai indera keenam, teman-teman tentunya sudah tahu apa itu indera keenam. Yap, kalau kita, manusia biasa secara umum dianugerahkan 5 indera (pengecap, penglihatan, pendengaran, peraba, dan penciuman), sebenarnya menurut saya masih ada satu lagi indera yang kita miliki yaitu indera peramal (bahasa kerennya sense of vision). Saya merasa yakin bahwa mimpi ada kaitannya dengan indera ini.
Indera keenam ini adalah indera yang misterius. Kalau kata Mama Loren, harus dilatih dan diasah agar indera ini bisa tajam, setajam penglihatan elang, penciuman anjing, dan pendengaran kucing. Namun bukan masalah indera keenam secara umum yang ingin saya bahas di sini. Tetapi tentang mimpinya.
Jadi semalam saya tidur di lantai, tengkurap (karena hawa panas sekali tadi malam). Lalu saya bermimpi saya mengangkat kardus-kardus berat dan hendak meletakannya di atas lemari. Namun yang terjadi kardus-kardus itu malah jatuh menimpa saya. Saya terbangun dan mendapati tas raket yang tergantung di atas kepala saya terjatuh menimpa saya. Berarti saya meramalkan tas raket itu akan jatuh menimpa saya.
Lalu sekitar 7 bulan yang lalu saya bermimpi 2 kali yang selalu saya ingat sampai kini. Mimpi pertama saya sedang di dalam mobil bersama kakak, adik, kedua orang tua saya, dan seseorang tak dikenal yang mengendarai mobil. Sedang asik memacu mobil dengan kecepatan kencang, tiba-tiba di depan saya mobil-mobil pada berputar balik, dan saya melihat gelombang tsunami yang sangat tinggi agak jauh di depan mobil saya. Sang pengemudi tak dikenal segera membanting setir dan berputar. Kakak saya yang duduk di depan karena kaget tersontak dan kepalanya terbentur dashboard sampai mengeluarkan darah. Kejadian selanjutnya, mobil kami dihantam gelombang tsunami tersebut.
Mimpi yang kedua. Lagi-lagi tentang mobil dan air (kata orang tua, air dalam mimpi itu pertanda buruk). Saya sedang di dalam mobil yang berjalan bersama tante saya dan mantan istri saya (bertiga). Lalu di jalan tol yang di bahu jalannya berbatasan dengan kali yang cukup lebar, tante saya yang mengemudikan mobil menjadi tak terkendali dan menabrak pembatas jalan. Mobil terjatuh ke dalam kali yang ternyata sangat dalam dan saya pun terbangun.
Tidak ada kejadian instan dari kedua mimpi itu seperti adegan jatuh dari ranjang, ponsel berdering, atau tertimpa tas raket. Namun mungkin mimpi itu menjadi pertanda 2 kejadian terburuk dalam hidup saya beberapa minggu ke depan setelah saya bermimpi kedua hal itu.
Seminggu setelah saya bermimpi tentang tsunami, ada kejadian tidak menyenangkan pada keluarga saya yang intinya menimpa kakak saya, dan mungkin saja orang asing yang mengemudikan mobil itu adalah orang yang sama yang telah menghancurkan kakak saya. Tak sabar untuk menghajarnya kalau dia berani muncul di depan muka saya. Kemudian beberapa minggu setelah mimpi jatuh ke kali, saya mengalami peristiwa paling menyakitkan sepanjang hidup saya yang melibatkan saya, mantan istri saya, dan tante saya. Perceraian menjadi realisasi nyata dari mimpi tersebut.
Lalu saya sering sekali mimpi dikasih uang sama orang lain. Nah kalau mimpi ini sangat menyenangkan, karena setiap kali saya bermimpi seperti itu, realisasinya instan. Keesokan harinya saya selalu mendapatkan uang dan rejeki yang banyak, bahkan seringkali sama orang dengan orang yang memberi saya uang dalam mimpi saya sebelumnya. Kalau mimpi yang kayak gini, saya demen banget. Tapi akhir-akhir ini udah jarang. Hehehe…
Ada juga orang yang berkata bahwa mimpi itu selalu berkebalikan dengan kenyataan. Jika kita mimpi bagus, pasti akan ada kejadian jelek di depan kita. Dan begitu pula sebaliknya. Namun saya tidak setuju dengan opini ini, berdasarkan mimpi-mimpi dan pengalaman-pengalaman yang sering saya alami. Dan sampai saat ini saya belum berani menyimpulkan kaitan mimpi dan indera keenam, namun tak salah jika saya menganggapanya hanya sebagai hipotesis.
Apakah anda sependapat dengan saya?