Coffee, Wine, Cotton, & Bread

Danang Pramudya’s journey – It is life indeed

Posts Tagged ‘cinta’

Cinta dan Hidup

Posted by Danang Pramudya on September 28, 2008

Kadangkala kalau kita sedang jatuh cinta, kita akan dapati diri kita sedikit berbeda. Kadang kita sering tersenyum-senyum sendiri, jadi suka melamun, atau bahkan depresi. Tapi apakah anda tahu, “jatuh cinta” itu apa sih? Apakah hanya sekedar permainan biologis hormon-hormon oksitosin dalam tubuh kita, atau suatu bentuk keterikatan batiniah?

Belum ada satupun orang di dunia ini yang mampu memberikan penjelasan Read the rest of this entry »

Posted in Curhat, Pemikiran | Tagged: , | 1 Comment »

Weak Me Weekend!

Posted by Danang Pramudya on June 9, 2008

[INTERMEZO: Melodramatic Mode is ON]

Akhir pekan kemaren? Saya ngapain ya? Yang jelas, peribahasa “bersakit-sakit dulu , bersenang-senang kemudian” tidak berlaku buat saya sejak 2 hari yang lalu. Justru berlaku hal sebaliknya. Hari sabtu saya mengalami hari yang luar biasa, sedangkan hari minggunya, it’s a horrible day.

Ada 3 alasan besar yang ngebuat saya mendeklarasikan hari minggu kemaren sebagai “a day to re-think“. Tapi saya hanya akan menceritakan satu alasan saja. Karena hal ini yang sangat menyita porsi terbesar saya dalam berfikir kemaren.

Pernah nggak sih, orang yang suka sama temen-temen mengutarakan isi hatinya kepada temen-temen? Mungkin ada yang sering banget, ada yang pernah aja, atau ada yang kurang beruntung: nggak pernah. Tapi hal ini merubah peta pemikiran saya. Kata tidak beruntung hanya cocok disematkan kepada orang yang sering banget ditembak.

Pernah nggak sih temen-temen merasakan bahwa diri temen-temen itu sama sekali nggak berguna buat siapapun? Itu perasaan yang sangat menyedihkan, memang. Tapi bagaimana jika perasaan itu sering banget muncul di benak temen-temen? Saya rasa, it won’t be easy to hand over this feeling. Lalu apa hubungan perasaan seperti ini dengan kenyataan bahwa ada orang yang mengutarakan isi hatinya kepada temen-temen?

Saya berfikir, ini adalah kesalahan saya untuk membiarkan perasaan suka orang lain kepada saya tumbuh bigger and bigger everyday, sementara saya membiarkan begitu saja. Dan akhirnya, ketika terjadilah momen pengutaraan isi hati itu, saya tidak bisa berkata apapun. Diam seribu bahasa. Lalu kemaren saya berusaha untuk mengkonsultasikannya dengan beberapa sahabat saya.

Am I Such an Selfish?

Ada seorang sahabat saya bilang saya egois. Sementara saya sudah tahu perasaan orang yang suka sama saya itu sejak lama, tapi saya malah tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi perasaan itu terus berkembang. “Don’t u know that it hurts her that much?? You’re such an selfish person. Sementara lo tau dia suka sama lo, lo bukannya malah menjaga jarak, tapi malah terus nempeeeel aja! Salah lo, Dan! Mending lo bisa buka hati lo buat tuh orang”

Tuh kan, bener dugaan saya. Saya memang orang yang tidak berguna. Kebisaan saya cuma membuat suatu hal menjadi tambah buruk. Lalu melarikan diri ketika hal itu sudah benar-benar buruknya. Argh! Tapi setidaknya, saya punya alasan kenapa saya bukannya malah menjaga jarak, tapi malah mendekat. Cos, i feel comfort with her. She’s such a person who can make me warm in this cold world full of cold people. Lalu temen saya ini bilang lagi, “Dasar egois!”

I Can’t Help It, Indeed!

Lalu saya konsultasi sama seorang sahabat saya yang lain. Dia seorang perempuan yang cukup bijaksana dalam menghadapi banyak masalah. Surprise-nya, dia pernah mengutarakan perasaan sukanya kepada saya dan meminta saya jadi pacarnya, tapi saya tolak. Namun sekarang hubungan kami benar-benar seperti kakak adek (saya adeknya, cos saya lebih muda, hehehe). Pernah saya posting di blog ini, momen saat dia nembak saya itu.

Sahabat saya ini bilang gini ke saya. “Nang, gw ngerti apa yang lo hadapin. Tapi sebenernya lo nggak bisa berbuat apa-apa. Keputusan untuk menyukai kan dari dia. Lo udah buat keputusan untuk nggak nerima dia, lalu sekarang lo cuma bisa nunggu keputusan dia selanjutnya tentang hubungan lo ama dia selanjutnya. Gue tahu ini nggak mudah buat dia, kayak gue dulu waktu lo tolak, hiks, tapi kalo dia emang bener-bener sayang sama lo, dia nggak akan menghancurkan sedikit pun apa yang udah kalian berdua bina sampe saat ini. Dan lo juga nggak akan kabur kemana-mana, Nang! Inget lho!” That’s it! Saya merasa agak bangkit setelah denger omongan nih cewek. Di sela-sela kesibukannya sesi foto lah, syuting lah, tapi kemaren dia rela nyediain waktu 2 jam buat ngobrol sama saya lewat telefon.

Tapi yang bikin gue keki adalah statement dia di akhir-akhir pembicaraan seperti ini, “Nang, lo itu gay yah? Abis, perasaan semua cewek lo tolak. Kalo lu straight, pasti lo ga bakal nolak cewek, terutama yang kayak gue! Hehehe. Eh tapi Nang, temen cewek lo banyak, kayaknya lebih banyak dari cowok, lo tau kan? Gay is the best friend of women?”

We Are Scorpions, So?

Yang terakhir, saya nelfon cewek gokil nan nyentrik yang kebetulan sangat tertarik dengan dunia astrologi (saya juga sih…). Dia bilang gini, “Eh Nang. Lo begimane sih? Remember, we are scorpions

“and So?”, gue balik tanya.

“Kaum berzodiak scorpio dianugrahi sesuatu yang namanya sex appeal. Kita punya daya tarik yang bisa bikin orang lain kelepek-kelepek kayak ikan di baskom tanpa air, kalo kita gunain tuh jurus. Lo kayaknya udah ngegunain tuh jurus ya?”

Muke gile nih orang. Jurus apaan? Yang gue tahu jurus membuat gugusan pulau di atas bantal doang sih. Nggak ada jurus lain.

“Sejelek-jeleknya orang berzodiak scorpio (maksudnya elo, kalo gw kan cantik jelita), kita bisa buat siapapun bertekuk lutut kepada kita. Tapi kita juga dianugerahi sengat Nang! Yang beracun itu lho”

Seketika, dengan bodohnya gue meraba-raba tulang ekor gue mencari-cari letak tuh sengat, tapi ya jelas aja nggak ada. Terus gue balik nanya, “Ape kata lo sengat?”

“Gini lho Nang. Kalo kita bisa dengan gampang buat orang bertekuk lutut, kita juga bisa buat orang lain benci setengah mati sama kita. Caranya, gunain tuh sengat! Lo pasti ngerti lah”.

Terserah dia lah. Jujur saya emang agak-agak ngerti sih maksud dia apa. Tapi saya nggak setuju dengan solusi yang ditawarkan untuk ngebuat orang yang suka sama saya jadi benci sama gue. Kan saya egois!

Akhir kata, dia bilang, “Udah Nang, lo cari kesibukan apa kek? Nyanyi-nyanyi kayak orang gila ato joget-joget dengerin mp3-nya Rihanna, atau tidur sekalian nggak usah bangun-bangun lagi.” Ck, ck, ck, ck, ck! Susah banget emang, ngomong sama nih orang.

Pelarian

Tapi akhirnya, saya akhirnya mengikuti sarannya untuk melakukan hal-hal lain. Daripada mumet-mumet mikirin hal yang bisa bikin saya tambah stres (btw, obat penenang saya sudah habis, lho. Tapi males ke dokter lagi buat minta resep.), saya ngapain coba? Yak salah! Yang bener, saya kemaren memutuskan untuk menunjuk pelarian saya kepada 3 keping DVD Lords of The Ring (1, 2, dan 3). Kurang lebih 8 jam non stop. Lumayan lah. Ternyata emang film Narnia kemaren gayanya mirip banget sama LOTR 1 dan 2. Seru-seru!

[INTERMEZO: Melodramatic Mode is OFF]

Take an ordinary step like usual,
follow the voice of birds singing upon me
and walk through below the sun, the moon and the stars
find a sanctuary to rest my tired heart
and fix my broken wings, promise not to fly again
though it will always fly again someday

by Danang Pramudya

Posted in Curhat | Tagged: , , , , | Leave a Comment »