Suara aliran air dari keran wastafel adalah satu-satunya bunyi yang terdengar. Jon masih terpaku di depan kaca wastafel membiarkan air tetap mengalir, cukup deras. Bunyinya yang teratur dan konstan seolah membuat Jon terhipnotis memandangi wajahnya sendiri di depan kaca. Satu, dua, tiga, lamunannya buyar. Ia memandang jam tangannya, seperti tergesa, ia menutup keran wastafel lalu bergegas meninggalkan kamar mandi hotel tempat ia menginap.
Jon berjalan dengan langkah cepat meninggalkan lobi hotel keluar menuju pantai. Hotel yang ia inapi bukanlah hotel dengan tarif mahal yang memiliki private beach sendiri. Namun untuk menuju ke pantai, ia hanya membutuhkan langkah kaki sebanyak 93 langkah. Keluar lobi hotel, melewati areal parkir, menyebrang jalan, lalu menelusuri jalan akses menuju Pantai umum. Areal pantai dipenuhi dengan aktivitas khalayak, baik penduduk sekitar yang menjajakan makanan dan minuman, pakaian pantai, suvenir khas daerah pantai, dan lain-lain, dan juga para turis yang hendak menikmati sunset. Read the rest of this entry »










