Coffee, Wine, Cotton, & Bread

Danang Pramudya’s journey – It is life indeed

Archive for the ‘Curhat’ Category

The Tags of My Heart

Posted by Danang Pramudya on May 15, 2009

My Heart

“For utmost absurd, illogical reasons, and for every unreasonable thought, I’ve tagged several part of my heart with Your Name. I’ve removed the tags several times, and for those several times, I always had it back to its place.”

Posted in Curhat, Jurnal Hari Ini | Tagged: , , , | Leave a Comment »

About a Sahabat

Posted by Danang Pramudya on October 21, 2008

Well, sebenarnya sejak saya membuat blog ini pertama kali, saya sudah merencanakan untuk tidak mengisi blog ini dengan terlalu banyak keluh kesah apalagi mencaci-maki orang tertentu. Namun apa yang saya alami tadi malam sungguh menyakitkan hati. Atau mungkin saya sedang sedikit sensitif dengan beberapa hal-hal awkward yang terjadi pada hidup saya akhir-akhir ini (termasuk tugas Blocpuzz yang sangat menyita perhatian), sehingga saya menjadi bereaksi cukup berlebihan. Read the rest of this entry »

Posted in Curhat, Jurnal Hari Ini | Tagged: | 13 Comments »

Cinta dan Hidup

Posted by Danang Pramudya on September 28, 2008

Kadangkala kalau kita sedang jatuh cinta, kita akan dapati diri kita sedikit berbeda. Kadang kita sering tersenyum-senyum sendiri, jadi suka melamun, atau bahkan depresi. Tapi apakah anda tahu, “jatuh cinta” itu apa sih? Apakah hanya sekedar permainan biologis hormon-hormon oksitosin dalam tubuh kita, atau suatu bentuk keterikatan batiniah?

Belum ada satupun orang di dunia ini yang mampu memberikan penjelasan Read the rest of this entry »

Posted in Curhat, Pemikiran | Tagged: , | 1 Comment »

At Last

Posted by Danang Pramudya on July 17, 2008

At Last, hari ini saya mengakhiri menulis episode terakhir “Janji Cinta” yang tayang setiap hari di RCTI jam setengah 10 malam. Tadi jam 4 saya mengirim scene-scene terakhir ke email produser Rapi Films. Abis itu saya langsung cabut ke PIM. Refreshing setelah mengalami 4 hari yang penuh perjuangan di kantor RAPI Films di Cikini. Ceritanya Fynda ulang tahun hari ini. Jadi tadi saya dan beberapa teman (yang semuanya anak 06), nonton “Meet Dave” yang super kocak dan makan Pizza Hut di PIM. Thanks Fyn… Happy Birthday. May God always love and bless you forever more…

Tapi entah kenapa saya mengalami suasana emosi yang kayak gini nih.

Kadang naik, kadang turun. Kadang seru, kadang boring. Kadang marah, kadang riang. Dan itu terjadi dalam jangka waktu yang bersamaan. Don’t know why? Is there anything wrong with my body? My mind maybe.

Agak ngiri juga bisa ngeliat teman-teman pada riang gembira, sementara saya hampa banget. Sumpah! Hampa banget. Mungkin saya tahu penyebabnya.

Mungkin ini karena rutinitas yang telah 4 hari ini saya kerjakan. Pagi ke kampus, sore kerja sampai jam 2 malam. But the problem is, i really didn’t ever care with any routines in myself. Emang sih. Saya ngerasa ada beberapa momen, short term moment actually, saya jadi sedikit linglung. Tapi seharusnya ini nggak menjadi penyebab kehampaan saya.

My best friend said, “you are too busy, buddy! you should enjoy your youth moment before it disappear”. But I don’t think so. Justru masa muda adalah masa dimana kita harus kerja keras dan menikmati berbagai macam penderitaan. Untuk dinikmati nanti di masa yang akan datang. Dalam kamus hidup saya, saya tidak akan pernah mengeluh kalau saya terlalu sibuk selama semua kesibukan yang saya lakukan bermanfaat besar buat saya, dan yang terutama, saya suka melakukannya semua.

Anyway, I thanks God atas apa yang telah saya kerjakan dalam minggu ini. Dapet pengalaman kerja yang asik banget, cape sih, tapi saya akui, gokil dan asik berat! Bahkan sempet drop hari selasa dan rabu kemaren. Biasa common cold. Atau bahasa medis yang kerennya, masuk angin. Dapet temen-temen baru yang gokil dan asik abis. Dapet traktiran nonton dan makan gratis hari ini. Dapet apa lagi ya? Tapi satu nih yang belum dapet. Belum dapet gaji. Hahahaha… Insya Allah kalo besok jadi meeting lagi, gaji sudah bisa turun. Doakan yo!

Somehow, someway, people could be confuse about their own self-concept. A little bit gift, a little bit try should able to make them really know their own self. Who they really are, and the reasons of their extinction.

At last…

At last, Se que es tal clase de trata de tenerle en mi vida. Se que yo nunca le podria salir de mi mente, pero un milagro pequeno le haria mina. Yo siempre lo deseo.

ps: btw, itu gambar grafik saya yang buat lho. Bagus khan? hahaha…

Posted in Curhat, Jurnal Hari Ini | Leave a Comment »

Status??? Hare Gene???

Posted by Danang Pramudya on July 8, 2008

Emmm… Gimana ya? saya agak geli aja denger orang ngomongin tentang status. Status? Hari gini masih ngomongin status? Temen-temen pasti udah nebak “status” macam apa yang saya maksudkan dalam tulisan saya. Bukan status [single, in a relationship, married, etc] ya, yang saya maksud. Maksud saya adalah status ekonomi dan kehormatan.

Emangnya kita hidup di kerajaan? Kita ini hidup di Republik. Nggak seharusnya tuh hari gini kita masih saling membeda-bedakan antar sesama manusia hanya berdasarkan status ekonomi dan kedudukan dalam masyarakat. Jujur aja, walaupun agak geli ngedenger orang-orang pada ngeributin tentang status, saya juga sekaligus pengen marah. Serius lho.

Nggak sekali atau dua kali ini aja, tapi udah cukup sering. Saya pernah “bercerai” dari kelompok teman-teman saya karena mereka sangat “status sensitive”. Yang diomongin nggak jauh-jauh dari hal-hal seputar material things. Geli tau nggak sih. Mending ya kalo mereka punya those material things dari hasil jerih payah mereka sendiri. Ini dapet duit dari orang tuanya aja udah belagu. Cape degh!!!

Ada lagi oknum ngomongin tentang tetangganya. Jadi ceritanya nih oknum emang hidup di kawasan komplek yang cukup elit, yah menengah ke atas lah. Oknum X (sebut aja kayak gitu), punya tetangga. Nah tetangganya ini punya anak cowok, sekitar hampir kepala 3 lah umurnya. Nah, ni anak cowok udah nikah sama pembantunya si oknum X ini. Terus yang terjadi adalah si oknum X ini memecat sang pembantu. Gara-gara orang tua si anak cowok nggak setuju anak cowoknya nikah ama pembantu. Karena si oknum X nggak enakan sama tetangganya, makanya dia mecat pembantunya. Emmh! Jadi melanglang buana-lah pasangan muda yang baru menjalani hidup baru ini. Kata ortu si anak cowok, “pokoknya, papa sama mama akan tetep ngebuka pintu rumah papa mama lebar-lebar buat kamu. Tapi nggak buat istri kamu! Kalo kamu mau balik ke rumah ini, silahkan. Anak kamu boleh ikut, tapi istri kamu, NO WAY!!” Such a bittersweet…

Hmmh.. Saya sendiri bingung ama orang-orang jaman sekarang. Anaknya kawin sama pembantu kayaknya malunya udah kayak kronis banget gimana gitu.. Tapi kalo anaknya kawin sama anak koruptor, waduh, bangganya malah menjadi-jadi. Heran saya!

Lalu saya diskusikan hal ini sama eyang saya. Kata eyang, ibu bapakku mungkin akan bertindak hal yang sama seperti tetangganya si oknum X itu. Tapi saya dengan yakin menyanggah. Nggak mungkin! Saya kenal ibu bapak saya!

Posted in Curhat, Pemikiran | Tagged: , , , | 3 Comments »

Pequeño Secreto Sucio

Posted by Danang Pramudya on June 24, 2008

Cuándo una puerta es cerrada, otra puerta es abierta. Hmmm. Esa cita es bastante a menudo ser oído en las orejas. Yo no sé. ¿Pero,, es en correlación a lo que sucedió en mi vida recientemente? Bueno, yo le daré un sucio pequeño secreto mío.

Acabo de pensar que yo me enamoro de alguien. Pero acabo de se dio cuenta de algo. ¿Hay todavía existe cualquier trauma en mi vida? Pienso, yo todavía lo tengo un poco. Para más que un semestre, yo trato de adorar otra persona, para borrar mi dolor, para olvidarse a las personas que adoré para los últimos varios años. Pero hasta ahora, acabo de encontrar que alguien. Que alguien que roba el corazón justo con una mirada. Y entonces encuentro cualquier información sobre la reencarnación. Que alguien denominó Propósito. Pensé que he sabido Propósito durante mucho tiempo, quizá en mi vida anterior. Yo no sé. Pero es verdadero. Propósito sentía tan verdadero para mí. Yo lo veo en mis ojos. Yo lo veo en mi corazón.

¿Puede llegar a ser Propósito mío? ¿Mi amante? Mi todo. Porque mi sentimiento es crece más fuerte y más fuerte para Propósito de un día para otro. Pensé que Propósito me da un signo. Pero yo no sé. ¿Es justo sólo en mi imaginación?

Posted in Curhat | Tagged: | Leave a Comment »

Have U Ever Lost Your Faith?

Posted by Danang Pramudya on June 17, 2008

I have and I am doing this right now. Even God knows what i really feel. Yeah, God always knows.

Kadang-kadang banyak hal yang bisa membuat kita down akan sesuatu hal yang kita percayai. Hal yang kita inginkan. Hal yang benar-benar desperately kita cita-citakan. Saat itu mungkin adalah saat yang sangat buruk dalam hidup kita. Bahkan kita sampai tidak bisa menangis saking frustasinya.

We have to meet some people with their own ego, with their own compassion, their own arrogancy. Saat-saat itu kita memfikirkan ulang tentang konsep diri kita. Apa sih yang kita cari di dunia ini? Apa yang benar-benar bisa membuat kita sangat-sangat bahagia ketika kita menemukannya. Cinta kah? Uang? Kekuasaan? Saya rasa semua itu hanyalah kesemuan belaka.

Kenapa ada saja manusia yang dilahirkan menjadi begitu arogan, menjadi begitu skeptis terhadap hal apapun yang akan terjadi. Semua kesalahan kecil belum tentu akan menjadi besar. Tetapi mengapa ada saja yang membesar-besarkan masalah kecil, sampai mengorbankan sendiri perasaannya.

That’s what i utmost regret is why? Why ME, MYSELF, the person i describe on what i just wrote above? I think I know the answer. The answer is that I just being so stubborn about my own self-concept. I won’t ever compromise with some deals. That’s it. I guess, i have to re-think my own self-concept.

Whatever will happen in my life, “I will never ever, ever, ever, ever, ever, ever, ever give up. Winston Churchill said it, I think” (quote from Martian Child).

Have u ever feel the same way with what I really feel rite now?

~ Thanks to Kevin who has encouraged me for anything i feel rite now. I think God sent me him, to encourage me. He is the only one to whom i talk in this lonely damn cold night… Thanks vin. Thanks God!

Posted in Curhat | Tagged: , , , , , , | 3 Comments »

Weak Me Weekend!

Posted by Danang Pramudya on June 9, 2008

[INTERMEZO: Melodramatic Mode is ON]

Akhir pekan kemaren? Saya ngapain ya? Yang jelas, peribahasa “bersakit-sakit dulu , bersenang-senang kemudian” tidak berlaku buat saya sejak 2 hari yang lalu. Justru berlaku hal sebaliknya. Hari sabtu saya mengalami hari yang luar biasa, sedangkan hari minggunya, it’s a horrible day.

Ada 3 alasan besar yang ngebuat saya mendeklarasikan hari minggu kemaren sebagai “a day to re-think“. Tapi saya hanya akan menceritakan satu alasan saja. Karena hal ini yang sangat menyita porsi terbesar saya dalam berfikir kemaren.

Pernah nggak sih, orang yang suka sama temen-temen mengutarakan isi hatinya kepada temen-temen? Mungkin ada yang sering banget, ada yang pernah aja, atau ada yang kurang beruntung: nggak pernah. Tapi hal ini merubah peta pemikiran saya. Kata tidak beruntung hanya cocok disematkan kepada orang yang sering banget ditembak.

Pernah nggak sih temen-temen merasakan bahwa diri temen-temen itu sama sekali nggak berguna buat siapapun? Itu perasaan yang sangat menyedihkan, memang. Tapi bagaimana jika perasaan itu sering banget muncul di benak temen-temen? Saya rasa, it won’t be easy to hand over this feeling. Lalu apa hubungan perasaan seperti ini dengan kenyataan bahwa ada orang yang mengutarakan isi hatinya kepada temen-temen?

Saya berfikir, ini adalah kesalahan saya untuk membiarkan perasaan suka orang lain kepada saya tumbuh bigger and bigger everyday, sementara saya membiarkan begitu saja. Dan akhirnya, ketika terjadilah momen pengutaraan isi hati itu, saya tidak bisa berkata apapun. Diam seribu bahasa. Lalu kemaren saya berusaha untuk mengkonsultasikannya dengan beberapa sahabat saya.

Am I Such an Selfish?

Ada seorang sahabat saya bilang saya egois. Sementara saya sudah tahu perasaan orang yang suka sama saya itu sejak lama, tapi saya malah tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi perasaan itu terus berkembang. “Don’t u know that it hurts her that much?? You’re such an selfish person. Sementara lo tau dia suka sama lo, lo bukannya malah menjaga jarak, tapi malah terus nempeeeel aja! Salah lo, Dan! Mending lo bisa buka hati lo buat tuh orang”

Tuh kan, bener dugaan saya. Saya memang orang yang tidak berguna. Kebisaan saya cuma membuat suatu hal menjadi tambah buruk. Lalu melarikan diri ketika hal itu sudah benar-benar buruknya. Argh! Tapi setidaknya, saya punya alasan kenapa saya bukannya malah menjaga jarak, tapi malah mendekat. Cos, i feel comfort with her. She’s such a person who can make me warm in this cold world full of cold people. Lalu temen saya ini bilang lagi, “Dasar egois!”

I Can’t Help It, Indeed!

Lalu saya konsultasi sama seorang sahabat saya yang lain. Dia seorang perempuan yang cukup bijaksana dalam menghadapi banyak masalah. Surprise-nya, dia pernah mengutarakan perasaan sukanya kepada saya dan meminta saya jadi pacarnya, tapi saya tolak. Namun sekarang hubungan kami benar-benar seperti kakak adek (saya adeknya, cos saya lebih muda, hehehe). Pernah saya posting di blog ini, momen saat dia nembak saya itu.

Sahabat saya ini bilang gini ke saya. “Nang, gw ngerti apa yang lo hadapin. Tapi sebenernya lo nggak bisa berbuat apa-apa. Keputusan untuk menyukai kan dari dia. Lo udah buat keputusan untuk nggak nerima dia, lalu sekarang lo cuma bisa nunggu keputusan dia selanjutnya tentang hubungan lo ama dia selanjutnya. Gue tahu ini nggak mudah buat dia, kayak gue dulu waktu lo tolak, hiks, tapi kalo dia emang bener-bener sayang sama lo, dia nggak akan menghancurkan sedikit pun apa yang udah kalian berdua bina sampe saat ini. Dan lo juga nggak akan kabur kemana-mana, Nang! Inget lho!” That’s it! Saya merasa agak bangkit setelah denger omongan nih cewek. Di sela-sela kesibukannya sesi foto lah, syuting lah, tapi kemaren dia rela nyediain waktu 2 jam buat ngobrol sama saya lewat telefon.

Tapi yang bikin gue keki adalah statement dia di akhir-akhir pembicaraan seperti ini, “Nang, lo itu gay yah? Abis, perasaan semua cewek lo tolak. Kalo lu straight, pasti lo ga bakal nolak cewek, terutama yang kayak gue! Hehehe. Eh tapi Nang, temen cewek lo banyak, kayaknya lebih banyak dari cowok, lo tau kan? Gay is the best friend of women?”

We Are Scorpions, So?

Yang terakhir, saya nelfon cewek gokil nan nyentrik yang kebetulan sangat tertarik dengan dunia astrologi (saya juga sih…). Dia bilang gini, “Eh Nang. Lo begimane sih? Remember, we are scorpions

“and So?”, gue balik tanya.

“Kaum berzodiak scorpio dianugrahi sesuatu yang namanya sex appeal. Kita punya daya tarik yang bisa bikin orang lain kelepek-kelepek kayak ikan di baskom tanpa air, kalo kita gunain tuh jurus. Lo kayaknya udah ngegunain tuh jurus ya?”

Muke gile nih orang. Jurus apaan? Yang gue tahu jurus membuat gugusan pulau di atas bantal doang sih. Nggak ada jurus lain.

“Sejelek-jeleknya orang berzodiak scorpio (maksudnya elo, kalo gw kan cantik jelita), kita bisa buat siapapun bertekuk lutut kepada kita. Tapi kita juga dianugerahi sengat Nang! Yang beracun itu lho”

Seketika, dengan bodohnya gue meraba-raba tulang ekor gue mencari-cari letak tuh sengat, tapi ya jelas aja nggak ada. Terus gue balik nanya, “Ape kata lo sengat?”

“Gini lho Nang. Kalo kita bisa dengan gampang buat orang bertekuk lutut, kita juga bisa buat orang lain benci setengah mati sama kita. Caranya, gunain tuh sengat! Lo pasti ngerti lah”.

Terserah dia lah. Jujur saya emang agak-agak ngerti sih maksud dia apa. Tapi saya nggak setuju dengan solusi yang ditawarkan untuk ngebuat orang yang suka sama saya jadi benci sama gue. Kan saya egois!

Akhir kata, dia bilang, “Udah Nang, lo cari kesibukan apa kek? Nyanyi-nyanyi kayak orang gila ato joget-joget dengerin mp3-nya Rihanna, atau tidur sekalian nggak usah bangun-bangun lagi.” Ck, ck, ck, ck, ck! Susah banget emang, ngomong sama nih orang.

Pelarian

Tapi akhirnya, saya akhirnya mengikuti sarannya untuk melakukan hal-hal lain. Daripada mumet-mumet mikirin hal yang bisa bikin saya tambah stres (btw, obat penenang saya sudah habis, lho. Tapi males ke dokter lagi buat minta resep.), saya ngapain coba? Yak salah! Yang bener, saya kemaren memutuskan untuk menunjuk pelarian saya kepada 3 keping DVD Lords of The Ring (1, 2, dan 3). Kurang lebih 8 jam non stop. Lumayan lah. Ternyata emang film Narnia kemaren gayanya mirip banget sama LOTR 1 dan 2. Seru-seru!

[INTERMEZO: Melodramatic Mode is OFF]

Take an ordinary step like usual,
follow the voice of birds singing upon me
and walk through below the sun, the moon and the stars
find a sanctuary to rest my tired heart
and fix my broken wings, promise not to fly again
though it will always fly again someday

by Danang Pramudya

Posted in Curhat | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

22 Mei 2008

Posted by Danang Pramudya on May 27, 2008

Kala itu banyak melodi cinta bermain di hati saya. Saya seperti terbuai. Namun hari ini saya segera membuka mata saya lebar-lebar. Itu tetaplah menjadi sebuah fatamorgana. Tapi setidaknya saya merasa bahagia walau sesaat.

Ada sebuah kata-kata yang menyadarkan saya hari ini.

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu lain terbuka. Tapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang telah tertuutup itu sampai tak memerhatikan satu pintu lain telah terbuka.”

Tidak hanya itu, 2 buah lagu beruntun berputar ketika saya membaca kata-kata di atas. Seolah-olah benda mati pun setuju dengan pernyataan itu.

My yesterdays are all boxed up and neatly put away
But every now and then you come to mind
Cause you were always waiting to be picked to play the game
But when your name was called, you found a place to hide
When you knew that I was always on your side

Well everything was easy then, so sweet and innocent
But my demons and my angels reappeared
Leavin’ all the traces of the man you thought I’d be
Too afraid to hear the words I’ve always feared
Leavin’ you so many questions all these years

But is there someplace far away, someplace where all is clear
Easy to start over with the ones you hold so dear
Or are you left to wonder, all alone, eternally
This isn’t how it’s really meant to be
No it isn’t how it’s really meant to be

Well they say that love is in the air, but never is it clear,
How to pull it close and make it stay
Butterflies are free to fly, and so they fly away
And I’m left to carry on and wonder why
Even through it all, I’m always on your side

But is there someplace far away, someplace where all is clear
Easy to start over with the ones you hold so dear
Or are you left to wonder, all alone, eternally
But this isn’t how it’s really meant to be
No it isn’t how it’s really meant to be

Well if they say that love is in the air, never is it clear
How to pull it close and make it stay
If butterflies are free to fly, why do they fly away
Leavin’ me to carry on and wonder why
Was it you that kept me wondering through this life
When you know that I was always on your side

Potongan lirik lagu buah karya Sheryl Crow di atas berjudul “Always On Your Side”. Tapi itu dulu. Dan lagu ini memang benar-benar menegaskan kepada saya bahwa itu hanya dulu. Keadaan sudah berbeda saat ini, dan saya tak boleh terus-terusan hidup dalam mimpi yang penuh ketidak jelasan. Satu lagu dari Rossa berjudul “Tak Termiliki” yang berputar di playlist iTunes saya semakin menguatkan hati saya untuk meninggalkan masa lalu. Dan akhirnya, bye bye 22 Mei 2008…

Kulihat diriku, kubaca hatiku
Tiada yang lain yang tersirat
Kulihat dirimu, kau tak sendiri
Masih bolehkah harap ini

Engkau datang saat aku merasa tak ada daya
Engkau ada saat ku tak mungkin ada di sana
Engkau datang saat diri ini tak ingin pergi
Engkau ada dengan setangkai cinta tak termiliki

Oh mengapa..
Saat kita berdua
Semua terasa indah
Seakan kau untukku…

Bagi saya, kamu adalah masa lalu. Saya mohon, jangan pernah kamu datang lagi di depan hidup saya dan membangkitkan harapan fatamorgana ini kepada saya. Tapi satu hal yang pasti, I’m always and still loving you!

Posted in Curhat | 4 Comments »

What Am I to You?

Posted by Danang Pramudya on May 26, 2008

[A Song by Norah Jones]

What am I to you
Tell me darling true
To me you are the sea
Vast as you can be
And deep the shade of blue

When you’re feeling low
To whom else do you go
See I cry if you hurt
I’d give you my last shirt
Because I love you so

If my sky should fall
Would you even call
Opened up my heart
I never want to part
I’m giving you the ball

When I look in your eyes
I can feel the butterflies
I love you when you’re blue
Tell me darling true
What am I to you

Posted in Curhat | Tagged: , , | Leave a Comment »