Coffee, Wine, Cotton, & Bread

Danang Pramudya’s journey – It is life indeed

Lubang Waktu, Lubang Supranatural, atau Lubang Hitam (Blackhole)

Posted by Danang Pramudya on May 29, 2009

BlackholePagi ini saya mengalami suatu peristiwa aneh. Suatu peristiwa yang sensasinya tidak dapat saya jelaskan dengan kata-kata. Namun saya akan jabarkan kronolgisnya. Mungkin teman-teman dapat memberikan komentar terhadap peristiwa yang tadi saya alami ini.

Sekitar pukul 08.30 WIB saya berangkat dari rumah menuju kampus UI Depok dengan menggunakan angkutan umum (angkot). Angkot yang saya naiki adalah KWK T15. Di perjalanan sampai depan Ramayana Cibubur, saya mendengar suara seorang ibu dan anak batita (berusia sekitar 2-3 tahunan) sedang berbicara. Saya melihat ke sekeliling dan seisi angkot, mengidentifikasi siapa anak dan ibu tersebut. Namun anehnya, saya nggak nemuin satu orangpun yang berciri-ciri sebagai seorang ibu dan anaknya. Beneran! Saya bingung, dari mana suara itu berasal? Sangat jelas di telinga seperti duduk di hadapan atau di samping saya. Seraya angkotnya jalan pun saya menoleh ke luar jendela. Tidak ada satupun objek yang mencirikan sumber suara tersebut.

Dengan jelas kira-kira isi pembicaraan yang berasal dari sumber tadi  seperti ini,

Ibu: “Aduh sayang, jangan dijatuhin dong! Entar kalo jatuh ke jalan gimana?”

Anak: “Ayaaah.. ayah, ayah!” (merengek memanggil dan mencari ayahnya)

Ibu: “Ayah lagi kerja dong sayang…  Nggak ada di sini sekarang.”

Anak: “Bibi,bibi..!”

Ibu: “Ohh, Barbie? Itu bukan Barbie! Nanti kita beli yang barbie ya di pasar..”

Tiba-tiba pembicaraan itu hilang seperti lagu yang diberhentikan mendadak pada tape recorder, tanpa dissolve, tanpa fading. Berhentinya suara tersebut bertepatan dengan angkot yang berhenti juga karena hendak menaikkan penumpang.

Kemudian naik penumpang baru, yakni seorang ibu-ibu yang sedang menggendong anaknya yang kira-kira berusia 2-3 tahun dengan bedong (kain gendong). Tidak ada yang mencurigakan dengan penumpang baru ini. Mereka duduk tepat di hadapan saya. Kemudian angkot berjalan. Sang Ibu berbicara hal-hal biasa kepada anaknya yang masih kecil yang sedang mengisap dot. Satu hal yang menarik perhatian saya, suara ibu ini membangkitkan sensasi deja vu. Mendengar warna suaranya sepertinya tidak asing, seperti baru saja didengar. Saya masih tidak berfikir apa-apa.

Angkot terus berjalan. Sekolah Al-Ma’ruf, Kantor Kelurahan, pom bensin, Bank BRI Cibubur, satu persatu dilewati. Sampai akhirnya angkot merangkak macet di dekat Pasar Jaya Cibubur. Kejadian bermula ketika sang anak melepas dot dari mulutnya dan menjatuhkannya ke lantai angkot. Dan percakapan ini terjadi.

Ibu: “Aduh sayang, jangan dijatuhin dong! Entar kalo jatuh ke jalan gimana?” (sambil mengambil dot yang terjatuh setengah menggelinding)

Anak: “Ayaaah.. ayah, ayah!” (merengek memanggil dan mencari ayahnya)

Ibu: “Ayah lagi kerja dong sayang…  Nggak ada di sini sekarang.”

Kemudian anak ini menunjuk-nunjukkan telunjuknya ke arah toko boneka di pinggir jalan yang memajang etalase boneka-boneka dan mainan-mainan. Percakapan berlanjut,

Anak: “Bibi,bibi..!”

Ibu: “Ohh, Barbie? Itu bukan Barbie! Nanti kita beli yang barbie ya di pasar..”

Obrolan ibu dan anak tersebut terus berlanjut. Namun saya tidak dapat menyimak kembali apa tepatnya yang mereka katakan selanjutnya. Yang ada di dalam otak saya adalah sebuah pertanyaan, bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Saya telah mendengar sebuah suara orang bicara tepat sebelum suara tersebut secara aktual dilontarkan. 

Apakah ini lubang waktu, lubang supranatural, atau lubang hitam yang menyebabkan hal ini terjadi? Atau inikah yang disebut indera keenam?

3 Responses to “Lubang Waktu, Lubang Supranatural, atau Lubang Hitam (Blackhole)”

  1. havban said

    Hm…

    Susah jg jelasin siy..
    Memory manusia mang unik, sesuatu yg kabur.. bisa diisi seketika dengan kebenaran mutlak. Bisa aja duplikasi data terjadi saat ada data masuk.. semacam RAID 1 :D

  2. anxin said

    mungkin itu semacam deja vu.. tapi kalo deja vu itu kita merasanya pas setelah kejadian, bukan sebelum kejadian udah ngerasa…

    atau itu ibu dan anak kecilnya mau ngerjain orang2 yang di angkot itu, mau ngetes seperti apa respon mereka dengan sedikit tes psikologi..

    ~jadi ga penting gini commentnya…

  3. rimphy said

    saran gue: segeralah bertobat, tak lama lagi…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>