
Huarggghhhh!!!!! Akhirnya selesai juga! Beban gue berkurang satu (dan gue siap menambah beban yang baru of course). Yap, perjalanan panjang Bedah Kampus UI 2008 dan peran serta gue di kepanitiaan tersebut menjadi satu catatan menarik dalam hidup gue sampai detik ini. Gue pengen menuliskan petualangan gue di BKUI 2008 sekarang biar perjalanan hidup gue yang satu ini nggak terlupakan begitu saja.
Awal mula…
Gue dihubungin Angki via telepon malam-malam saat lagi holiday di Bandung bulan Agustus 2007. Kata Angki, “Nang, lu mau nggak jadi PJ multimedia Bedah Kampus?” Terus gue jawab, “Multimedia? Paan tuh?” Lalu Angki menjelaskan, walau singkat padat, dan teteup, gue nggak ngerti, kata Angki, yang buat film dan segala macam video buat Bedah Kampus. Gue berfikir, wah film, asik tuh! Lalu Angki merefer gue untuk menghubungi PJ yang mengundurkan diri, namanya Ana (Ow my God!!! Apakah ini Ana yang sama dengan Mariana, sang ibu single fighter dari entertainment itu??), yah pokoknya gue disuruh nelfon dia untuk nanya job desc gue secara lebih jelas. Lalu gue menghubungi Ana, dan Ana merefer gue ke Hagai sang Korbid Acara. Yep, from this part my adventure begins…
Bertemu dengan Hagai…
Jadi gue langsung menuju ke Takor beberapa hari kemudian dan setelah ketemu dia gue langsung mengerti kalo tugas gue bukan cuma buat film doang. Buat website, video jingle, dan lain sebagainya… Dalam pikiran gue, wah, gue terlalu tua dan sibuk untuk mengurus hal sebanyak itu. Hagai bilang kalo awalnya Multimedia gabung sama Desain, namun akhirnya dia mutusin untuk dipisahin. Dan gue hanya bertanggung jawab kepada Hagai. Tapi sampai Hari-H kenapa semua panitia lain menganggap tim Multimedia yang gue bentuk menganggap kita masih gabung sama DPM (even the PO!) Cuma Hagai yang menganggap kita terpisah.. Meski nggak terlalu signifikan, pada awalnya gue agak bingung karena kepada siapa sesungguhnya gue akan mengkoordinasikan pekerjaan gue, Wisnu PJ DPM atau Hagai?
Menghilang selama 2 bulan lebih
Oya, mungkin ketidakeksisan gue selama 2 bulan lebih awal kepanitiaan membuat panitia lain menganggap gue tidak ada (hehehe), dan Wisnu mungkin jadi orang yang kebingungan karena ditanyain mengenai hal-hal yang seharusnya gue kerjakan selama itu. Bad me! Tapi sebenernya gue punya alasan yang kuat tentang ketidak-eksisan gue saat itu. Kehidupan gue hancur lebur berantakan pada masa-masa itu. Gue harus berhadapan dengan masa-masa paling sulit dan berat dalam hidup gue. Keluarga aja sampe gue abaikan, apalagi hal-hal lain. But, perlahan for sure gue mulai membenahi diri. Keluar dari masa-masa hitam gue. Gue mengevaluasi semua hal yang membuat gue sampai sehancur itu. Sempet kepikiran untuk mundur dari BK. Dan gue tanyain kemungkinan itu langsung ke Hagai. Sementara gue berharap gue udah diputihin, tapi Hagai bilang, nggak. Ouch! Tapi ya sudahlah. Dari awal gue sudah menyatakan komitmen gue. Gue harus tuntasin.
Reform the team
Masa come back gue di kepanitiaan dimulai dengan kehirukpikukan gue karena tim gue sudah pranggg!!! Pecah! Satu orang nggak mungkin bekerja sama dengan gue lagi selama-lamanya, dua mengundurkan diri, dan satu lagi harus gue putihin karena dia udah nggak niat lagi kerja sama tim. Cuma Hendrik dan staf istimewa gue sekaligus my best friend ever, Tege, yang masih menunjukkan kesetiaannya sama gue. Thanks the best for them. And I am thankful also to Hendrik yang telah mengenalkan gue kepada Nico dan Yunus, my 2 best persons, more gladful that they both didn’t mind to help the team. Dengan kebolongan disana-sini, dan persiapan yang sangat minim, kita secara express nyiapin materi.
Mulai dengan produksi website yang tidak memuaskan dan gue sama sekali nggak bisa nyalahin siapa-siapa karena kemampuan ngoding gue dan anak-anak yang masih minim, jadi gue harus mengandalkan Tege yang sibuk pacaran bolak-balik ke Bandung, hehehe, sorry Ge. But I’m thankful to him because though it’s not a decent web, but it is exist!
Lalu produksi film Opening dan Closing yang seharusnya dikomandoi oleh tim entertainment, gue take over dengan membuang konsep yang lama. Lalu gue meminta klub film fasilkom, .XML, untuk memproduksi yang baru dengan waktu dan persiapan yang kata mereka, impossible! Ditambah juga, mereka sedang hectic dengan produksi film mereka untuk festival dan CGT. Tapi akhirnya, jadi juga. Salute to them! Ada alasan kenapa gue harus men-take over itu? Pertama, konsep film yang dibuat anak entertainment terlalu expensive (bukan dalam hal budget ya). Melibatkan terlalu banyak casts, peralatan, setting, dan lain-lain. Sebenernya gue nggak masalah dengan itu. Namun melihat ritme kerja mereka yang gue anggap terlalu lambat (sampai memundurkan waktu selama 2 minggu bo! BK 3 minggu lagee!!!!), dan juga pas saatnya harus kerja, mereka tidak full team, alias ada casts yang nggak bisa hadir dan lain sebagainya. I’m so pesimistic and realistic. I’m so sorry to OpClos film team, but you’re so great in D-Day. Walaupun juga ada beberapa pertimbangan pribadi yang menyebabkan gue melepaskan diri dari entertainment. Anak-anak OpClos pasti tahu lah!
Setelah Tim Terbentuk
Mulailah kita membuat semua materi yang jadi tanggung jawab tim. Tim yang baru bener-bener luar biasa. Bergerak dengan kecepatan penuh, di tengah-tengah kesibukan gue dengan pra produksi proyek Starvision, mereka bekerja tanpa komando full dari gue. Untuk hal ini gue harus memberikan pujian luarbiasa kepada Yunus yang sangat lincah (anak fasilkom paling lincah yang pernah gue lihat), karena inisiatif dan gerakan lincahnya, dia berhasil mengkomandoi .XML menyelesaikan film OpClos dan feature kantin tepat waktu. Salute to him!
Menjelang D-Day
Menjelang D-Day, tim disibukkan dengan pekerjaan produksi documentary feature kantin yang walaupun tidak terlalu berat, namun baru jadi jam 2 pagi tanggal 23 februari, alias D-Day. Yep, saat gladiresik, feature kantin belum jadi, testi artis juga belum diedit. Tapi lagi-lagi gue harus berterima kasih kepada Yunus yang telah nginep di kosan gue untuk bantuin gue ngedit, tapi gue malah ditinggal tidur. :p
D-Day
Gue memulai D-Day hari pertama dengan kondisi gue yang baru tidur selama satu jam. Kamera belum dateng. Setting screening jadi terhambat. Pak Mulya yang mukanya agak jutek (sorry :p) nyalahin gue karena nggak disetting dari kemaren. Hal ini menjadi salah satu faktor ngaretnya acara hari pertama. Hari pertama bikin gue bener-bener gugup sepanjang hari. Karena belum terbiasa dengan medan, terus handycam yang sering ditinggal-tinggal sama anak dokumentasi, jadi gue mondar-mandir deh ngurusin handycam kalo ada masalah. But it is not problem at all. Overall, tanggung jawab tim atas screening bisa dikatakan sangat baik. Thanks for the team, especially for Nico yang sudah full seharian ngoperetorin laptop sampe pantatnya jamuran kali ya, duduk mulu! Nico bertekad, hari kedua dia mau lebih santai. I’d dispense it to you, Nick. Hehehe.
Hari kedua ditandai dengan kekesalan gue karena anggota tim yang bertugas ngoperatorin laptop (ngegantiin Nico) baru bangun jam setengah sepuluh. Ow My God! Untung ada Yunus yang okeh! Jai Nico tetep bisa santai (Tapi kenapa dia duduk mulu ya tadi? Katanya mau ngiter nyari cewek, Nick?). Namun Akhirnya, si operator datang juga, pukul setengah dua. Sebenernya gue pengen marah-marah tuh. Tapi gue introspeksi diri secara mendadak. Gue nyadar, gue juga nggak jauh beda kok. Terus gue akhirnya bisa merasakan perasaan Anggoro, bos gue, headwriter di Starvision, yang sering kesel sama gue gara-gara gue selalu nggak pernah bisa nepatin waktu dan jadwal pengiriman naskah. I’m sorry Mas Ang…
Satu omelan Anggoro yang terngiang di kepala gue saat itu, “Nang, dalam pekerjaan, omongan tuh harus bisa lu pegang. Kalo lu nggak sanggup, bilang dari awal, kan gue nggak akan minta tolong sama lu kalo gitu. Bukan di kerjaan doang, di semua kehidupan lu” Emailnya masih saya simpen kok Mas… :p Tapi beliau selalu memberikan gue kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuan gue sampai detik ini. Jadi hal itu yang gue pegang saat itu. Marah-marah dan ngomel-ngomel nggak akan nyelesein masalah. Selalu memberikan kesempatan kedua, ketiga, keempat, sampai tak terhingga adalah jawaban yang paling tepat.
Intinya di hari kedua masalah utama adalah kamera. Bukan teknis multimedia sih, tapi berhubung kamera itu nyambungnya ke layar, terus batere cuma dua, ditambah anak dokumentasi yang sering ngiter dan secara teknis nggak terlalu bisa mengatasi masalah handycam, gue deh yang turun naik gunung bolak-balik ngoperasiin handycam yang sering bermasalah tersebut. Terus apalagi yah, semua lancar kok. Tapi gue pribadi lebih menyukai acara hari pertama, hihihi.
Overally, selama 2 hari pelaksanaan D-Day gue memberikan standing aplause dan salute to Nico dan dedikasinya yang tulus ditambah kemampuan teknisnya (switcher operation, laptop operation) serta logistiknya (laptop, mouse, sampe keyboard fancy-nya). Serta satu-satunya anak yang bener-bener merhatiin rundown dengan serius dan detail (sampe distabilo-in bo!). He is Multimedia MVP along D-Days.
The Best Thanks
All the best thanks for the members of my team. Hendrik for the loyalty and his care to me :p, Yunus for his best coordination preparing the material, Adi for his appearance in video, I know, it makes you tired and darker :p, Nico, my D-Days MVP, and Tege, to the support and web. Gue bener-bener appreciate temen-temen semua. Semoga kepanitiaan ini bisa membuat kita menjadi lebih baik dalam segala hal karena pelajaran yang kita telah kita dapetin selama perjalanan. Kita bisa lebih saling menghargai sesama temen, waktu, saat-saat kebersamaan, kerja keras, tanggung jawab, kerja sama, kekurangan dan kelebihan masing-masing, semuanya lah yang kita dapetin. Bagi yang bener-bener menyelami itu, pasti elo semua ngerasa banget pelajaran apa yang kita dapetin. Semoga bisa menjadi pelajaran dan guru yang berharga bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amien! I’m glad to work with you, guys! Dan kepada seluruh teman-teman panitia BKUI 2008, para BPH, dan operator Balairung, nggak lupa gue juga ngucapin terima kasih banyak. Buat Ana yang ngebantu tim untuk ngedatengin WUlandra, gue juga terima kasih banget. Inget Na, lu cuma bisa kelihatan keren kalo fotonya di samping gue, secara gue model gitu loh, hehehe. Buat Hagai dan Filipus yang sangat, sangat sabar kepada gue, Thanks alot. Congratz for u both, acaranya sukses bangeddd!!! Seperti biasa, semua kegiatan kepanitiaan yang pernah gue ikutin, pasti selalu berakhir dengan kesedihan. Tanya kenapa!!!












