Posted by Danang Pramudya on December 31, 2009
In the previous post, I had published a posting about Flop 20 Movies in 2009, based on my only opinions and experiences while i watched them. Now, here is a list of Top 20 Movies I watched along 2009. Those movies was so special and gave me some excitements, educations, messages, and many positive things that maybe influenced me at once, one way or another. This year (2009), there are some good movies to watch. But a few of them are really special. And here’s the list. (The #01 is the best movie of the year)
20. G.I. Joe: The Rise of Cobra
(IMDb’s User Rating: 5,8)

The plot development of this film is incredible. Amazing when you were made thrilled and excited at once along the show while you were watching it. And this movie can make you be that way. That’s what I enjoy when I watch G.I. Joe The Rise of Cobra. Read the rest of this entry »
Posted in Film | Tagged: 2009, Avatar, Film, ingluorious basterds, star trek, sweet rain, the boat that rocked, top 20 | 3 Comments »
Posted by Danang Pramudya on December 28, 2009
So, I will review what movies became flop in 2010 in my own point of view. There are some judgments that I made for arranging this list, but believe me, I’ve tried to judge it as objective as I can do. I will combine all movies that I watched in cinema for the whole 2010, either Indonesian, Western, or Asian movie. For every movies in list, there will be a short comment, so you know what I think that movie is flopped.
I will write the list countdown from number 20. The 1st rank movie is the worst. For every movie, I will attach the IMDb rating for compliment. So enjoy!
20. Public Enemies
(IMDb’s User Rating: 7,2)

Actually this isn’t a really flop movie. I just get bored with the plot. But Johnny Depp played well in this movie. Read the rest of this entry »
Posted in Film | Tagged: 2012, Film, flop | 5 Comments »
Posted by Danang Pramudya on December 25, 2009
Jujur, saya belum pernah sekalipun membaca novel tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Ketertarikan saya yang lebih pada dunia film dan mungkin juga kesibukan keseharian saya membuat saya belum sekalipun menyempatkan diri untuk membaca novel-novel tersebut. Namun untuk menonton filmnya, saya pasti akan selalu bisa menyempatkan diri. Apalagi film Laskar Pelangi yang lalu, mencetak hits sebagai film terlaris sampai saat ini di Indonesia. Rasa penasaran saya menggebu-gebu, ingin tahu apakah kualitas sekuel-nya ini akan mampu menggiring penonton lebih banyak lagi dibandingkan prekuelnya.
Sang Pemimpi bercerita tentang Ikal yang telah beranjak dewasa (diperankan oleh Lukman Sardi), mengisahkan perjuangan hidupnya untuk dapat melanjutkan sekolah ke Universitas Sorbonne di Paris. Keputusannya untuk melanjutkan sekolah sampai ke Eropa ini tidak dapat dipisahkan oleh seseorang saudara sekaligus sahabat bernama Arai yang telah memberinya Read the rest of this entry »
Posted in Film | Tagged: Film, laskar pelangi, miles, mira lesmana, riri riza, salman aristo, sang pemimpi | Leave a Comment »
Posted by Danang Pramudya on December 22, 2009
Saat saya hendak menulis tulisan ini, rating Avatar di IMDb berada pada posisi 8,9. Sangat fantastis memang. Beberapa kali saya membuka IMDb, rating ini selalu berubah. Dari 8,3 pada awalnya, lalu berubah menjadi 8,4, kemudian berada di 8,7, dan sekarang 8,9. Dari sekian banyak review yang telah saya baca, jarang saya menemukan nada flat dari para reviewer tersebut. Sebagian besar memuji, bahkan banyak yang menobatkan film ini menjadi one of the greatest movie of all time. Seberapa istimewa sih film ini sebenarnya?
Avatar bercerita tentang seorang veteran marinir cacat bernama Jake Sully (Sam Worthington) yang dikirim ke Planet Pandora untuk menjalankan suatu misi perdamaian. Manusia bumi pada tahun 2154 mengekspansi Planet Pandora demi menambang mineral unobtanium yang berharga sangat mahal. Namun untuk mendapatkan Read the rest of this entry »
Posted in Jurnal Hari Ini | Tagged: 2012, Avatar, Film, Jake Sully, James Cameron, Na'vi, Transformers 2 | 11 Comments »
Posted by Danang Pramudya on December 14, 2009
Tadi pagi saya membaca berita di Kompas tentang bantahan Menteri Keuangan Sri Mulyani atas ‘fitnah’ kepada dirinya bahwa ada rekaman suara yang menunjukkan kehadiran Robert Tantular dalam rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan). Setelah beberapa kali sempat panik atas serangan bertubi yang dilakukan para politisi dan media terhadap dirinya (terbukti dengan pernyataan-pernyataannya yang menimbulkan kontroversi dan spekulasi), kali ini ia sebagai Menteri Keuangan melakukan konferensi pers kepada para wartawan tentang fitnah yang dilancarkan oleh anggota Pansus Hak Angket Bank Century dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo.
Saya tidak menyaksikan secara langsung jalannya konferensi pers yang kabarnya disiarkan beberapa televisi berita nasional, namun saya mendapatkan beberapa informasi tentang isi dari konferensi pers tersebut. Intinya adalah bahwa Menkeu membantah keras tudingan Bambang Soesatyo tentang bukti rekaman pembicaraan dirinya dengan Robert Tantular dalam rapat KSSK yang dipimpin Menkeu. Bukti berupa rekaman audio visual yang dibawa Sri Mulyani pun tampaknya cukup meyakinkan. Public speaker kompeten dan memiliki nama baik seperti Wimar Witoelar pun dijadikan moderator. Tampaknya kali ini Menkeu benar benar berada di atas angin. Read the rest of this entry »
Posted in Pemikiran | Tagged: bambang soesatyo, bukti rekaman, centurygate, KSSK, menkeu, politik, robert tantular, skandal bank century, sri mulyani | 1 Comment »
Posted by Danang Pramudya on September 4, 2009
Suara aliran air dari keran wastafel adalah satu-satunya bunyi yang terdengar. Jon masih terpaku di depan kaca wastafel membiarkan air tetap mengalir, cukup deras. Bunyinya yang teratur dan konstan seolah membuat Jon terhipnotis memandangi wajahnya sendiri di depan kaca. Satu, dua, tiga, lamunannya buyar. Ia memandang jam tangannya, seperti tergesa, ia menutup keran wastafel lalu bergegas meninggalkan kamar mandi hotel tempat ia menginap.
Jon berjalan dengan langkah cepat meninggalkan lobi hotel keluar menuju pantai. Hotel yang ia inapi bukanlah hotel dengan tarif mahal yang memiliki private beach sendiri. Namun untuk menuju ke pantai, ia hanya membutuhkan langkah kaki sebanyak 93 langkah. Keluar lobi hotel, melewati areal parkir, menyebrang jalan, lalu menelusuri jalan akses menuju Pantai umum. Areal pantai dipenuhi dengan aktivitas khalayak, baik penduduk sekitar yang menjajakan makanan dan minuman, pakaian pantai, suvenir khas daerah pantai, dan lain-lain, dan juga para turis yang hendak menikmati sunset. Read the rest of this entry »
Posted in Fiksi | 4 Comments »
Posted by Danang Pramudya on July 4, 2009
Misalnya, di dompet kamu, kamu sangat yakin memiliki uang Rp 500.000,00. Lalu tiba-tiba kamu mendapati uang di dompet kamu tinggal Rp 100.500,00. Kamu pasti berfikir, uang kamu ada yang mengambil bukan? Memang sangat menyakitkan kehilangan uang sebanyak itu. Atau selain uang, barang kesayangan kita misalnya. Namun, bener nggak sih, akan lebih menyakitkan lagi kalau kita tahu siapa yang mengambil uang kita dan kita kenal orang itu. Apalagi kalau orang itu sangat dekat dengan kita. Read the rest of this entry »
Posted in Pemikiran | 3 Comments »
Posted by Danang Pramudya on May 29, 2009
Pagi ini saya mengalami suatu peristiwa aneh. Suatu peristiwa yang sensasinya tidak dapat saya jelaskan dengan kata-kata. Namun saya akan jabarkan kronolgisnya. Mungkin teman-teman dapat memberikan komentar terhadap peristiwa yang tadi saya alami ini.
Sekitar pukul 08.30 WIB saya berangkat dari rumah menuju kampus UI Depok dengan menggunakan angkutan umum (angkot). Angkot yang saya naiki adalah KWK T15. Di perjalanan sampai depan Ramayana Cibubur, saya mendengar suara seorang ibu dan anak batita (berusia sekitar 2-3 tahunan) sedang berbicara. Saya melihat ke sekeliling dan seisi angkot, mengidentifikasi siapa anak dan ibu tersebut. Namun anehnya, saya nggak nemuin satu orangpun yang berciri-ciri sebagai seorang ibu dan anaknya. Beneran! Saya bingung, dari mana suara itu berasal? Sangat jelas di telinga seperti duduk di hadapan atau di samping saya. Seraya angkotnya jalan pun saya menoleh ke luar jendela. Tidak ada satupun objek yang mencirikan sumber suara tersebut.
Read the rest of this entry »
Posted in Jurnal Hari Ini, Pemikiran | Tagged: blackhole, deja vu, indera keenam, lubang hitam, lubang waktu, supranatural | 3 Comments »
Posted by Danang Pramudya on May 15, 2009

“For utmost absurd, illogical reasons, and for every unreasonable thought, I’ve tagged several part of my heart with Your Name. I’ve removed the tags several times, and for those several times, I always had it back to its place.”
Posted in Curhat, Jurnal Hari Ini | Tagged: facebook, heart, love, tag | Leave a Comment »